http://www.diyaudio.com/forums/pass-labs/222098-semisouth-goes-dodo-what-now.html
Mungkin update beritanya agak telat, tapi saya rasa gak ada masalah
Silahkan diburu sebelum jadi "mahluk langka" :)
Saturday, November 3, 2012
Thursday, July 5, 2012
DIY Motorcycle Regulator / Rectifier
"Kiprok" dalam bahasa gaulnya, merupakan komponen yang fungsinya cukup vital pada kendaraan bermotor, karena komponen inilah yang menyearahkan sekaligus me-regulasi tegangan dari spul (alternator), untuk selanjutnya diberikan kepada aki sebagai media penyimpan energi.
Untuk yang akan menerapkan beban kelas berat semacam lampu halogen, HID, ataupun klakson truk pada motor kesayangannya, modifikasi pada bagian spul dan kiprok sangat diperlukan terutama bagi kendaraannya yang masih menganut sistem half wave contohnya motor saya sendiri :).
Skema kiprok dapat dilihat pada forum ini, dengan sedikit perubahan/modifikasi nilai komponen dan spul kendaraan yang dipakai. Saya menghapus 2 diode dan 1 thyristor, karena motor butut saya masih menggunakan single phase bukan triple phase seperti pada forum tersebut.
Kalau dilihat skema yang cukup simpel, hanya "sensing circuit" yang dibutuhkan untuk mengatur kapan saatnya thyristor mulai bekerja ditambah rangkaian penyearah. Thyristor disini digunakan sebagai shunting device, dengan cara "membuang" tegangan berlebih ke ground.
Untuk layout, saya memisahkan antara sensing circuit dari penyearah dan thyristor dengan maksud agar sensing circuit dapat diletakkan sedekat mungkin dengan aki (media yang akan di sensing), juga lebih memudahkan dalam memodifikasi sensing circuit yang akan dipakai. Jadi kalau dirasa masih kurang "sreg" dengan performa sensing circuit yang ada, bisa diganti dengan versi lainnya misalnya ini (menggunakan op-amp yang bekerja layaknya comparator).
Untuk yang akan menerapkan beban kelas berat semacam lampu halogen, HID, ataupun klakson truk pada motor kesayangannya, modifikasi pada bagian spul dan kiprok sangat diperlukan terutama bagi kendaraannya yang masih menganut sistem half wave contohnya motor saya sendiri :).
Skema kiprok dapat dilihat pada forum ini, dengan sedikit perubahan/modifikasi nilai komponen dan spul kendaraan yang dipakai. Saya menghapus 2 diode dan 1 thyristor, karena motor butut saya masih menggunakan single phase bukan triple phase seperti pada forum tersebut.
Kalau dilihat skema yang cukup simpel, hanya "sensing circuit" yang dibutuhkan untuk mengatur kapan saatnya thyristor mulai bekerja ditambah rangkaian penyearah. Thyristor disini digunakan sebagai shunting device, dengan cara "membuang" tegangan berlebih ke ground.
Untuk layout, saya memisahkan antara sensing circuit dari penyearah dan thyristor dengan maksud agar sensing circuit dapat diletakkan sedekat mungkin dengan aki (media yang akan di sensing), juga lebih memudahkan dalam memodifikasi sensing circuit yang akan dipakai. Jadi kalau dirasa masih kurang "sreg" dengan performa sensing circuit yang ada, bisa diganti dengan versi lainnya misalnya ini (menggunakan op-amp yang bekerja layaknya comparator).
Friday, May 18, 2012
Sunday, March 11, 2012
LME49810, 49811, dan 49830 (Bagian 1)
Jika melihat datasheet, chip ini boleh dikatakan nyaris sempurna. Supply yang cukup tinggi +/-100V, THD+N yang cukup fantastis, dan yang terpenting adalah kita bisa mencoba bermacam-macam konfigurasi output pada output stage, dijamin menyenangkan :).
Perbedaan utamanya adalah tipe output yang akan di drive, jika ingin menggunakan Bipolar pada output stage maka disarankan untuk mengambil LME49810/49811 dan sebaliknya jika ingin menggunakan Mosfet pada output stage maka disarankan untuk mengambil LME49830. Pinout ketiga chip inipun nyaris sama, hanya ketidakhadiran clip-flag output pada LME49830.
Untuk skema, menggunakan standar dari datasheet yang ada pada application note AN-1850
Perbedaan utamanya adalah tipe output yang akan di drive, jika ingin menggunakan Bipolar pada output stage maka disarankan untuk mengambil LME49810/49811 dan sebaliknya jika ingin menggunakan Mosfet pada output stage maka disarankan untuk mengambil LME49830. Pinout ketiga chip inipun nyaris sama, hanya ketidakhadiran clip-flag output pada LME49830.
Untuk skema, menggunakan standar dari datasheet yang ada pada application note AN-1850
Friday, February 10, 2012
Gainclone LM3886 / LM3876 (Bagian 2)
Dimulai dengan skema, cukup dengan menggunakan skema dari datasheet. Perlu diingat bahwa perbedaan LM3886 dan LM3876 pada pin 5. Jika pada LM3886 pin ini harus disambungkan ke V+, maka untuk LM3876 adalah NC (no connetion) terserah mau dikoneksikan ke V+ atau tidak, hal in tidak akan berpengaruh.
R input ke ground sebaiknya ditambahkan pada layout, terlebih jika nantinya anda berencana tidak menggunakan potensiometer di amplifier tersebut. Nilai yang direkomendasikan mengikuti nilai feedback resistor (Rf1). Begitu pula pada output, sebaiknya ditambahkan zobel dengan nilai 2R7/1W + 100nF.
Input caps juga bisa ditambahkan pada amplifier, yang berguna mem-blok dc yang berpotensi merusak speaker kesayangan anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)

