Thursday, April 20, 2017

XL6009 as Constant Current Boost LED Driver HV

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya tentang cara memodifikasi kit Step Up XL6009 dari CV menjadi CC.
Maksimum 35Volt output dirasa masih kurang nendang, ini ada suplemen baru agar output bisa dipush hingga limit yakni 60VDC

Tahapan pertama, babat komponen seperti gambar dibawah. Kapasitor output, Dioda, VR, dan Resistor. Jangan kupa untuk memotong jalur yang menuju OUT- baik dibagian ATAS maupun BAWAH PCB, cek menggunakan Multimeter untuk memastikan bahwa OUT- sudah tidak tersambung dengan IN-.


Monday, April 10, 2017

Step-Up XL6009 as Constant Current Boost LED Driver

Kit step-up ini bisa dibilang berhamburan di toko elektronik maupun toko online. Harganya terjangkau dan kualitasnya juga lumayan lah. You've got what you pay !

Sebenarnya secara default kit ini sudah bisa digunakan sebagai supply led akan tetapi menggunakan mode Contant Voltage. Cukup ribet mengingat kita harus setting tegangan secara perlahan-lahan sambil membaca arus dibagian output. Lagipula LED itu lebih asyik jika di drive menggunakan Constant Current, cukup setting arus keluaran yang diinginkan maka tegangan dengan sendiri akan menyesuaikan. Be Smart !!

Pertama-tama copot komponen Trimpot/VR dan Resistor 1K3 didekat Induktor dan potong jalur Output Negatif (OUT-) baik pada bagian atas maupun bawah PCB. Ukur menggunakan multimeter untuk memastikan jalur tersebut telah terpisah dari Input Negatif (IN-)

Tuesday, February 21, 2017

DIY Li-Ion 18650 SUPER CHARGER

Biasanya saya mengandalkan Nitecore i4 untuk mengecas koleksi baterai 18650 akan tetappi lama kelamaan bosen juga harus menunggu semalaman untuk mengecas 4 buah baterai dengan kapasitas 4 x 3000mAh. Terpikir untuk membuat sendiri charger, dengan style tentunya.

Kontroler menggunakan TP5100 yang sudah cukup "teruji" menurut saya. Tetap setia menggunakan program Eagle dalam pembuatan layout. Pemisahan PCB Controller dan Mainboard semata-mata untuk mempermudah jika saya ingin mengganti dengan kontroler lain dimasa yang akan datang.


Monday, January 30, 2017

Panduan "singkat" dalam memilih baterai Li-Ion 18650

Pertama-tama hal yang harus dipertimbangkan adalah untuk keperluan apakah baterai tersebut ?
Power Bank, Senter, Rokok Elektrik dkk
Ingat tidak ada yang namanya Baterai terbaik di semua aplikasi. Baterai tertentu biasanya lebih cocok untuk aplikasi tertentu pula.
Secara umum saya pilah menjadi dua kategori High Capacity (+mAh) vs High Discharge Current (+Ampere)


Untuk aplikasi power bank dan senter secara umum lebih mengutamakan kapasitas yang besar dan kebutuhan Amperenya yang kecil agar nampungnya lebih banyak.
Lain halnya dengan rokok elektrik (>15Watt) yang lebih mementingkan Arus keluaran yang besar
Hingga saat saya tulis artikel ini, baterai high capacity 18650 tertinggi dikisaran 3500mAh @ <15A sedang high drain dikisaran 3000mAh @ +30 Ampere
Otomatis anda harus memilih salah satu diantara dua opsi tersebut, mau kapasitas tinggi tapi ampere rendah atau kapasitas rendah dengan ampere tinggi.

Friday, January 13, 2017

USB Charger "Coding" dan Quick Charge ?

Melanjutkan tulisan sebelumnya, kelihatannya masih banyak yang bingung dengan istilah "coding" dan apa fungsinya.
USB 2.0 charging memiliki 4 koneksi yakni V+ dan GND (sumber/catu daya) yang berfungsi selain mengirim daya juga mengirim informasi berupa "tegangan" pada jalur data+ dan data-.
Nah data/informasi inilah yang ditangkap oleh gadget/handphone untuk kemudian menentukan seberapa besar daya yang boleh disedot tanpa membuat charger tersebut overload.
Remember this is a "SMART"Phone.

Perhatikan percobaan saya pada "Xiaomi charger menggunakan Apple 2.1A vs DCP coding 1.5A" yakni hanya merubah coding/tegangan pada pin data+/data- maka arus yang ditarik juga ikut berubah tanpa merubah tegangan/arusnya dari sumbernya.
Dibawah ini beberapa tabel coding/tegangan pada data+/data- yang saya rangkum dari beberapa sumber