Kebetulan saya memiliki sekitar 20 biji N channel Power Mosfet FQA19N20, yang rencana awalnya mau digunakan sebagai Output di amplifier "Amazing FET Circlotron". Sayang sampai sekarang masing ragu, apakah perlu membuat ampli Class A yang terkenal boros listrik tersebut mengingat lagu-lagu favorit saya sudah bergeser lebih ke arah Dangdutan :).
Perhatikan Output Transistor pada sampel sirkuit diatas, masing-masing menggunakan 5 "pasang" mosfet (T9 - T18).
T9-T11-T13-T15-T17 sebisa mungkin di match, begitu juga T10-T12-T14-T16-T18.
Matching Mosfet secara basic yakni mengukur tegangan Vgs pada arus tertentu bahkan kalau pengen "perfect" bisa menggunakan alat yang dapat memplot kurva Tegangan Gate vs Arus Drain yakni Curve Tracer .
Pada artikel yang dirilis Nelson Pass mengenai cara matching yakni menggunakan resistor sebagai current limiter yang disuplai oleh PSU Constant Voltage 15VDC.
Showing posts with label Constant Current. Show all posts
Showing posts with label Constant Current. Show all posts
Wednesday, October 4, 2017
Tuesday, August 15, 2017
Joule Thief Lampu Philips LED 3W Essential
Kalau sebelumnya saya membuat lampu darurat menggunakan Philips LED 10W, kali ini saya coba membuat versi yang lebih hemat baik dari segi dana maupun daya menggunakan Philips LED 3 Watt Essential.
Dari hasil pengukuran sebelumnya, arus yang dibutuhkan oleh emitternya itu sendiri adalah 120mA dengan tengangan ~18V. Otomatis kita membutuhkan Step-Up atau Boost converter karena tegangan input lebih kecil dibanding tegangan output.
Kenapa kali ini saya menggunakan Boost converter dengan basis IC MT3608 ?
- Input tegangannya bisa turun hingga 3 Volt yang secara otomatis bisa menggunakan baterai Li-Ion sebagai sumber daya.
- Dimensi yang jauh lebih mungil.
- Harga yang lebih murah.
Dari hasil pengukuran sebelumnya, arus yang dibutuhkan oleh emitternya itu sendiri adalah 120mA dengan tengangan ~18V. Otomatis kita membutuhkan Step-Up atau Boost converter karena tegangan input lebih kecil dibanding tegangan output.
Kenapa kali ini saya menggunakan Boost converter dengan basis IC MT3608 ?
- Input tegangannya bisa turun hingga 3 Volt yang secara otomatis bisa menggunakan baterai Li-Ion sebagai sumber daya.
- Dimensi yang jauh lebih mungil.
- Harga yang lebih murah.
Sunday, May 28, 2017
Proses charging baterai Li-Ion (18650)
Perhatikan kurva charge baterai dibawah (Panasonic CGR18650D 2350mAh) sebagai sampel.
Proses charge baterai Li-Ion yang BAIK menggunakan Constant Current + Constant Voltage.
Gambar diatas memuat 3 kurva yakni Tegangan, Arus dan Kapasitas baterai selama proses charge.
Proses charge baterai Li-Ion yang BAIK menggunakan Constant Current + Constant Voltage.
Labels:
18650,
4.2V,
AutoCutoff,
Baterai,
Constant Current,
Constant Voltage,
Li-Ion,
Skema,
TP4056
Subscribe to:
Posts (Atom)


