Wednesday, November 25, 2015

Poorman Variac

Jreng.....Jreng.....


Pastinya sudah tidak asing lagi gambar diatas. Kombinasi antara warna merah dan putih dengan dominan merah menjadi ciri khasnya. STAVOLT, bahasa kerennya. Menjadi piranti yang bisa dibilang wajib hadir, terutama buat yang tinggal di pelosok dengan asupan listrik yang cukup fluktuatif bahkan di kota besar sekalipun piranti diatas masih sering digunakan.

Saat melihat video Frankentracer (SIT curve tracer oleh M. Rothacher), satu peranti menarik perhatian saya yakni Variac (Variable AC). Terlihat dalam video tersebut, subjek dengan mudahnya menyesuaikan tegangan output dari trafo pada layar/grid di oscillosope.



Setelah mencoba melihat skema dasar dari variac tersebut, kemudian membandingkan dengan skema stavol. Hasilnya 11-12, pembedanya hanya di input dan output yang saling berkebalikan.
- Stavol bekerja dengan input yang variabel dan menghasilkan output yang cenderung konstan.
- Variac bekerja dengan input yang "konstan" dan outputnya dapat divariable.


Variac umumnya harus diputar secara manual untuk men-dial tegangan yang diinginkan, nah biar berbeda saya memanfaatkan motor yang memang bawaan dari stavol itu sendiri.
Rangkaiannya juga sangat simpel, menggunakan IC Regulator 5V (7805 dan 7905).
Saya memilih 5 Volt dengan alasan agar motor tidak berputar terlalu cepat (desain motor adalah 9 Volt). Tidak lupa memanfaatkan switch stopper sebagai pengaman. Agar saat kita melakukan setting tegangan melewati batas/limit (atas maupun bawah), motor tersebut akan mati dengan sendirinya.



Setelah proses bredel kabel sana-sini agar terlihat sedikit rapi. hasilnya seperti gambar dibawah


Ada sedikit kelemahan untuk poorman variac ini. Tegangan output terbagi hanya menjadi dua grup yaitu rendah dan tinggi, sesuai dengan desain kumparan. Tidak seperti variac yang bisa sweep dari tegangan rendah hingga tinggi.
Untuk low range, output dapat disesuaikan antara 41-110VAC
Untuk high Range, output dapat disesuaikan antara 132-200VAC
dengan catatan tegangan input disini dikisaran 182VAC (maklum tinggal di pelosok).
Saya merasa dua range tersebut sudah cukup mewakili.


Panel depan terpaksa saya cat ulang, soalnya sudah ngelontok plus karatan. Kebetulan ada cat hitam, ya dipakai saja :).
Lumayan bisa sedikit menghemat, daripada harus membeli variac (merk wang hung lo) yang harganya di kisaran 600rb.


Ride the world...

No comments:

Post a Comment